HUBUNGAN HUKUM DAN PRANATA PEMBANGUNAN

A. PENGERTIAN MENURUT KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA

 HUKUM adalah (1) peraturan atau adat yg secara resmi dianggap mengikat, yg dikukuhkan oleh penguasa atau pemerintah; (2) undang-undang, peraturan, dsb untuk mengatur pergaulan hidup masyarakat; (3) patokan (kaidah, ketentuan) mengenai peristiwa (alam dsb) yg tertentu; (4) keputusan (pertimbangan) yg ditetapkan oleh hakim (dl pengadilan); vonis.

 PRANATA adalah sistem tingkah laku sosial yg bersifat resmi serta adat-istiadat dan norma yg mengatur tingkah laku itu, dan seluruh perlengkapannya guna memenuhi berbagai kompleks kebutuhan manusia dl masyarakat; institusi

 PEMBANGUNAN  adalah perubahan individu/kelompok dalam kerangka mewujudkan peningkatan kesejahteraan hidup.

Jadi dapat di artikan bahwa hukum pranata pembangunan adalah suatu peraturan perundang – undangan yang mengatur suatu sistem tingkah laku sosial yang bersifat resmi yang di miliki oleh kelompok ataupun individu dalam kerangka mewujudkan kesejahteraan hidup bersama.

B. PENDAPAT PARA AHLI MENGENAI HUKUM

1. M. MEYERS

èHUKUM adalah semua aturan yang mengandung pertimbangan kesusilaan, ditunjukan kepada tingkah laku manusia dalam masyarakat dan menjadi pedoman bagi penguasa penguasa dalam melakukan tugas.

2. AMIN

  • Hukum adalah kumpulan peraturan peraturan yang terdiri atas norma dan sanksi sanksi serta bertujuan untuk mengadakan ketertiban dalam pergaulan manusia sehingga keamanan dan ketertiban terpelihara.

 

HUKUM PRANATA itu terdiri dari kaidah kaidah / peraturan peraturan pranata untuk melaksanakan suatu kaidah.

  1. KESIMPULAN

Dapat disimpulkan bahwa, pranata pembangunan bidang arsitektur merupakan interaksi/hubungan antar individu/kelompok dalam kumpulan dalam kerangka mewujudkan lingkungan binaan. Interaksi ini didasarkan hubungan kontrak. Analogi dari pemahaman tersebut dalam kegiatan yang lebih detil adalah interaksi antar pemilik/perancang/pelaksana dalam rangka mewujudkan ruang/bangunan untuk memenuhi kebutuhan bermukim. Dalam kegiatannya didasarkan hubungan kontrak, dan untuk mengukur hasilnya dapat diukur melalui kriteria barang public.

Pranata dibidang arsitektur dapat dikaji melalui pendekatan system, karena fenomena yang ada melibatkan banyak pihak dengan fungsi yang berbeda sehingga menciptakan anomali yang berbeda juga sesuai dengan kasus masing-masing.

Didalam proses membentuk ruang dari akibat kebutuhan hidup manusia, maka ada cara teknik dan tahapan metoda untuk berproduksi dalam penciptaan ruang. Misalnya secara hirarki dapat disebutkan ‘ruang tidur’ yaitu sebagai ruang untuk istirahat, sampai dengan ‘ruang kota’ sebagai ruang untuk melakukan aktifitas sosial, ekonomi, dan budaya. Secara fungsi ruang memiliki peran yang berbeda menurut tingkat kebutuhan hidup manusia itu sendiri, seperti ruang makan, ruang kerja, ruang baca, dan seterusnya. Secara structural ruang memiliki pola susunan yang beragam, ada yang liniear, radial, mengelompok, dan menyebar. Estetika adalah pertimbangan penciptaan ruang yang mewujudkan rasa nyaman, rasa aman, dan keindahan.

Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, permasalahan dalam pembangunan menjadi semakin kompleks. Artinya ruang yang dibangun oleh manusia juga mengalami banyak masalah. Salah satu masalahnya adalah persoalan mekanisme/ikatan/pranata yang menjembatani antara fungsi satu dengan fungsi lainnya. Masalah kepranataan ini menjadi penting karena beberapa hal akan menyebabkan turunnya kualitas fisik, turunnya kualitas estetika, dan turunnya kuantitas ruang dan materinya, atau bahkan dalam satu bangunan akan terjadi penurunan kuantitas dan kualitas bangunan tetapi biaya tetap atau menjadi berlebihan.

Dalam penciptaan ruang bangunan dalam dunia profesi arsitek ada beberapa aktor yang terlibat dan berinteraksi, yaitu pemilik (owner), konsultan (arsitek), kontraktor (pelaksana), dan unsur pendukung lainnya. Keterkaitan antar aktor dalam proses kegiatan pelaksanaan pembangunan mengalami pasang surut persoalan, baik yang disebabkan oleh internal didalamnya atau eksternal dari luar dari ketiga fungsi tersebut. Gejala pasang surut dan aspek penyebabnya tersebut mengakibatkan rentannya hubungan sehingga mudah terjadi perselisihan, yang akibatnya merugikan dan/atau menurunkan kualitas hasil.

Pranata pembangunan sebagai suatu sistem disebut juga sebagai sekumpulan aktor/stakeholder dalam kegiatan membangun (pemilik, perencana, pengawas, dan pelaksana) yang merupakan satu kesatuan tak terpisahkan dan memiliki keterkaitan satu dengan yang lain serta memiliki batas-batas yang jelas untuk mencapai satu tujuan.

 

C. CONTOH

  • Contoh Kontrak Kerja Bidang Konstruksi :

Kontrak pelaksanaan pekerjaan pembangunan rumah sakit antara

  1. PEMATA EMAS

dengan

  1. KIMIA FARMA

Nomor : 1/1/2010

Tanggal : 25 November 2010

Pada hari ini Senin tanggal 20 November 2010 kami yang bertandatangan di bawah ini :

Nama : Richard Joe

Alamat : Jl. Merdeka Raya, Jakarta Barat

No. Telepon : 08569871000

Jabatan : Dalam hal ini bertindak atas nama CV. PEMATA EMAS disebut sebagai Pihak Pertama

Dan

Nama : Taufan Arif Alamat : Jl. Ketapang Raya, Jakarta Utara No telepon : 088088088 Jabatan : dalam hal ini bertindak atas nama PT. KIMIA FARMA disebut sebagai pihak kedua. Kedua belah pihak telah sepakat untuk mengadakan ikatank ontrak pelaksanaan pekerjaan pembangunan Rumah Sakit yang dimiliki oleh pihak kedua yang terletak di Jl. Matraman no 9, Jakarta Timur.

Setelah itu akan dicantumkan pasal – pasal yang menjelaskan tentang tujuan kontrak,bentuk pekerjaan,sistem pekerjaan,sistem pembayaran,jangka waktu pengerjaan,sanksi-sanksi yang akan dikenakan apabila salah satu pihak melakukan pelanggaran kontrak kerja,dsb.

 

 

SURAT PERJANJIAN HUBUNGAN KERJA antara ARSITEK dan PEMBERI TUGAS
Yang bertanda tangan di bawah ini :

  1. Nama :

Tempat / Tgl lahir :
Pekerjaan :
Nomor KTP :
Alamat :

Email / YM :

No HP :

yang selanjutnya dalam surat ini disebut PIHAK PEMBERI TUGAS

  1. Nama : Rachmadi Triatmojo

Tempat / Tgl lahir : Malang, 24 Oktober 1964
Pekerjaan : Arsitek
Nomor KTP : 33.0809.241064.0070
Alamat : Dsn. Batikan, RT 002 RW 015, Pabelan, Mungkid, Magelang, Jawa Tengah.
Email / YM : rachmaditriatmojo@yahoo.com
No HP : 08129511780, 085225233578, 02935592759

yang selanjutnya dalam surat ini disebut PIHAK ARSITEK.
Dengan ini menyatakan atas dasar sukarela, itikad baik dan sejujur-jujurnya bahwa PIHAK  PEMBERI TUGAS akan benar-benar mengadakan Hubungan Kerja dengan PIHAK ARSITEK.

Adapun batasan-batasan Perjanjian Hubungan Kerja adalah sebagai berikut :

1.Lingkup Pekerjaan
Lingkup Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah : LINGKUP PEKERJAAN POKOK yang terdiri dari  (Rincian Pekerjaan dapat dilihat pada Aturan Main antara Arsitek dan Pemberi Tugas yang dilampirkan) :

  1. Tahap Konsepsi & Perancangan
    b. Tahap Rancangan Pelaksanaan
    c. Tahap Pembuatan Dokumen Pelaksanaan / Gambar Kerja

dari Rumah Tinggal dengan lokasi lahan (tapak) di Jalan …………… seluas ……….. m2 (copy gambar lokasi tapak terlampir)

2.Batas Waktu Penugasan

  1. Untuk mengetahui perkiraan waktu penugasan, maka perlu diketahui lebih dahulu perkiraan luas bangunan rumah yang diinginkan Pemberi Tugas. Berdasarkan permintaan program ruang dalam Rumah dari pihak Pemberi Tugas, adalah :
  • 6 Kamar Tidur (1 Kamar Tidur Utama, 1 Kamar Tidur Tamu, 3 Kamar Tidur Anak, 1 Kamar Pembantu)
  • Ruang Tamu
  • Ruang Makan
  • Ruang Keluarga
  • 3 Kamar Mandi / WC
  • Ruang Santai / Perpustakaan
  • Dapur / Pantry

Adapun Ruang dalam yang di usulkan Arsitek adalah :

  • Kamar Mandi / WC Pembantu

Dari Program Ruang tersebut, maka dapat diperkirakan (bisa kurang, bisa lebih setelah desain disetujui Pemberi Tugas dan ditetapkan) seluas 120 m2 (seratus dua puluh meter persegi), maka Perkiraan waktu Penugasan adalah :

  1. Tahap Konsepsi & Perancangan
    1 jam x 120 = 120 jam / 7 jam = ~17 hari kerja (dihitung dari mulai berlakunya  perjanjian pada Tahap Konsepsi & Perancangan ini)
  2. Tahap Rancangan Pelaksanaan
    ¾ jam x 120 = 90 jam / 7 jam = ~ 13 hari kerja (dihitung mulai dari berlakunya perjanjian pada Tahap Rancangan Pelaksana ini)
  3. Tahap Pembuatan Dokumen Pelaksanaan / Gambar Kerja
    ¾ jam x 120 = 90 jam / 7 jam = ~ 13 hari kerja (dihitung mulai dari berlakunya perjanjian pada Tahap Pembuatan Dokumen Pelaksanaan / Gambar Kerja ini)
  4. Hari Kerja adalah hari-hari kerja yang tidak termasuk hari libur mingguan dan hari-hari libur sesuai kesepakatan Pihak Pemberi Tugas dan Pihak Arsitek.

3.Imbalan Jasa

Imbalan jasa di hitung berdasarkan prosentase (3%) dari Rencana Anggaran Biaya.
Berdasarkan informasi dari saudara sepupu Arsitek sendiri, yaitu Bapak Ir. Iwan Haryadji Satyawan (Arsitek berdomisili di ……….) dan diperkuat oleh adiknya Bapak Ir. Denny Sadhana (Arsitek berdomisili di ……….) bahwa, biaya bangunan rumah tinggal di daerah     …………. dan sekitarnya pada tahun ini (2010, dan apabila belum mengalami kenaikan)  adalah :
a. Rumah murah                        sekitar    Rp. 2.000.000,-/m2
b. Rumah sedang                        sekitar    Rp. 2.750.000,-/m2
c. Rumah mewah pakai kayu jati jateng tidak lepas mata sekitar Rp. 3.500.000,-/m2

Dari sini dapat diperkirakan biaya bangunan rumah (Untuk proyek ini Arsitek memakai standar biaya bangunan rumah murah yaitu : sekitar Rp. 2.000.000,-/m2) :
120 m2 x Rp. 2.000.000,- = Rp 240.000.000.- (dua ratus empat puluh juta rupiah)
Total Imbalan Jasa : 3 % x Rp 240.000.000.- = Rp. 7.200.000,-
Adapun prosentase bagian-bagian tahap pekerjaan mengacu kepada Buku Pedoman Hubungan Kerja Antara Arsitek dan Pemberi Tugas 1991 yang di terbitkan IKATAN ARSITEK INDONESIA.(yang sketsarumah.com lakukan dengan huruf tercetak tebal / bold) :

  1.        Tahap Konsepsi (10 %)
    2. Tahap (Pra) Perancangan  (15 %)
    3. Tahap Rancangan Pelaksanaan (30 %)
    4. Tahap Pembuatan Dokumen Pelaksanaan / Gambar Kerja (32,5 %)

    5. Tahap Pelelangan (2,5 %)
    6.Tahap Pengawasan Berkala (10 %)
  2. Tahap Konsepsi & Perancangan (10%+15%=25%) x Rp 7.200.000,-
    atau 120m2 x Rp.15.000,-/m2    = Rp.1.800.000,-
    b. Tahap Rancangan Pelaksanaan (30%) x Rp 7.200.000,-
    atau 120m2 x Rp 18.000,-/m2    = Rp. 2.160.000,-
    c. Tahap Pembuatan Dokumen Pelaksanaan / Gambar Kerja (32,5%) x Rp 7.200.000,-                     atau 120m2 x Rp 19.500,-/m2    = Rp 2.340.000,-
    TOTAL (87,5%)            = Rp 6.300.000,-

4.Cara Pembayaran

Cara pembayaran Imbalan Jasa adalah sesuai dengan yang tertulis pada Aturan Main Hubungan Kerja antara Pemberi Tugas dan Arsitek, yaitu :

a. Imbalan Jasa dilakukan selambat-lambatnya 7 hari setelah perjanjian tertulis dikirim kepada Pemberi Tugas atau  tahap pekerjaan sebelumnya telah disetujui oleh Pemberi Tugas.

b. Jika melewati batas 7 hari tidak dilakukan pembayaran maka hubungan kerja pada tahap bersangkutan dianggap ditunda sampai Pemberi Tugas melakukan pembayaran.

c. Jika melewati batas 28 hari tidak dilakukan pembayaran maka hubungan kerja pada tahap bersangkutan dianggap batal.

d. Cara Pembayaran adalah melalui transfer Rekening Bank :

BANK BCA
Nomor Rekening : 1220835291
Kantor Cabang : KCU Magelang
Atas Nama : Rachmadi Triatmojo

BANK MANDIRI
Nomor Rekening 124-00-0440044-7
Kantor Cabang : KC Magelang
Atas Nama : Rachmadi Triatmojo

5.Waktu Mulai Berlaku Perjanjian

Perjanjian pada setiap Tahap Pekerjaan berlaku ketika Pemberi Tugas telah menyelesaikan Imbalan Jasa pada Tahap Pekerjaan yang bersangkutan dan Arsitek telah mengkonfirmasi bahwa Arsitek telah menerima pambayaran tersebut.

6.Lain-lain

a. Dengan disetujuinya Surat Perjanjian ini, maka dengan sendirinya disetujui pula Aturan Main yang telah dilampirkan.

b. Bila ada hal-hal yang belum ditetapkan dalam perjanjian ini, maka dapat di musyawarahkan kembali antara Arsitek dan Pemberi Tugas.

Demikianlah surat Perjanjian Hubungan Kerja antara Arsitek dan Pemberi Tugas dibuat rangkap dua asli dan ditanda tangani dalam keadaan sehat badan dan pikiran serta tanpa adanya unsur paksaan dari orang lain.

Magelang,                          2010

PIHAK PEMBERI TUGAS                                                     PIHAK ARSITEK

(                                             )                                   (Ir. Rachmadi Triatmojo)

 

 

SUMBER :

http://jaenudinarc92.blogspot.com/2012/11/pengertian-hukum-pranata-pembangunan.html

http://www.slideshare.net/hadiwahyono/pengertian-hukum-dan-pranata-pembangunan

 

POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL

 

PENGERTIAN POLITIK
Politik berasal dari kata yunani yaitu polistaia, Polis berarti kesatuan masyarakat yang mengurus diri sendiri/berdiri sendiri(negara), sedangkan taia berarti urusan. Politik adalah segenap kegiatan negara yangg berpengaruh dan penting mengenai penetapan alokasi nilai yg mengikat masyarakat untuk dapat memecahkan masalah negara dengan sebaik-baiknya. Beberapa arti politik dari segi kepentingan penggunaan, yaitu :

1. Dalam arti kepentingan umum (politics).

Politik dalam arti kepentingan umum atau segala usaha untuk kepentingan umum, baik yang berada dibawah kekuasaan negara di pusat maupun di daerah. Politik(politics) artinya suatu rangkaian asas/prinsip, keadaan serta jalan, cara dan alat yang akan digunakan untuk mencapain keadaan yang diinginkan.
2.  Dalam arti kebijaksanaan (policy).
Politik adalah penggunaan pertimbangan-pertimbangan tertentu yang dianggap lebih menjamin terlaksananya suatu usaha, cita-cita atau keadaan yang dikehendaki. Titik beratnya adalah proses pertimbangan, menjamin terlaksananya suatu usaha dan pencapaian cita-cita. Jadi politik adalah tindakan dari suatu kelompok individu mengenai suatu masalah dari masyarakat atau negara.

 PENGERTIAN STRATEGI NASIONAL
Strategi berasal dari bahasa yunani yaitu strategia yang berarti the art of the general (seni seorang panglima yang biasa digunakan dalam peperangan). Strategi nasional adalah pengetahuan tentang penggunaan kekuatan nasional (kekuatan militer + kekuatan non militer) untuk usaha perang (keamanan) dan usaha damai (kesejahteraan) untuk menuju kepencapaian Tujuan Nasional.

 

DASAR PEMIKIRAN PENYUSUNAN POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL.
Dasar pemikiran dalam penyusunan politik dan strategi nasional harus memahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem ideologi Pancasila, UUD 1945, Wawasan Nusantara, dan Ketahanan Nasional.Landasan pemikiran dalam sistem ideologi ini sangat penting sebagai kerangka acuan dalam penyusunan politik dan strategi nasional,karena didalamnya terkandung dasar negara,cita-cita, tujuan nasional,dan konsep strategis bangsa Indonesia.

 

PENYUSUNAN POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL

Politik dan strategi nasional yang telah berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraaan menurut UUD 1945. sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat yang mengatakan bahwa jajaran pemerintah dan lembaga-lembaga yang tersebut dalam UUD 1945 merupakan “suprastruktur politik”. Lebaga-lembaga tersebut adalah MPR, DPR, Presiden, DPA, BPK, MA. Sedangkan badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai “infrastruktur politik”, yang mencakup pranata politik yang ada dalam masyarakat, seperti partai politik, organisasi kemasyarakatan, media massa, kelompok kepentingan (interest group), dan kelompok penekan (pressure group). Suprastruktur dan infrastruktur politik harus dapat bekerja sama dan memiliki kekuatan yang seimbang.

Strategi nasional dilaksanakan oleh para menteri dan pimpinan lembaga pemerintah non departemen berdasarkan petunjuk presiden, yang dilaksanakan oleh presiden sesungguhnya merupakan politik dan strategi nasional yang bersifat pelaksanaan.

Pandangan masyarakat terhadap kehidupan politik, ekonomi, sosial budaya, maupun bidang Hankam akan selalu berkembang karena:

  • Semakin tinggina kesadaran bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
  • Semakin terbukanya akal dan pikiran untuk memperjuangkan haknya.
  • Semakin meningkatnya kemampuan untuk menentukan pilihan dalam pemenuhan kebutuhan hidup.
  • Semakin meningkatnya kemampuan untuk mengatasi persoalan seiring dengan semakin tingginya tingkat pendidikan yang ditunjang oleh kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Semakin kritis dan terbukanya masyarakat terhadap ide baru.

UJUAN POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL INDONESIA, DALAM DAN LUAR NEGERI

Tujuan politik dan strategi nasional Indonesia untuk dalam negeri telah tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 Alinea keempat yang menyatakan ”… melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial … .” Sehingga jelas sekali bisa kita simpulkan bersama-sama, bahwa tujuan utama politik dan strategi nasional Indonesia adalah untuk:

  • Melindungi hak-hak seluruh warga negara Indonesia tanpa terkecuali dan menjaga pelaksanaan kewajiban-kewajiban, dengan melaksanakan pemerintahan untuk mengatur keamanan.
  •  Mensejahterakan kehidupan seluruh bangsa Indonesia.
  •  Melaksanakan sistem pendidikan agar bisa memajukan bangsa dan negara.
  •  Menjaga keamanan untuk menjaga perdamaian dan kehidupan sosial yang seimbang, baik dalam negeri maupun luar negeri.
  • Tujuan politik luar negeri setiap negara adalah mengabdi kepada tujuan nasional negara itu sendiri. Menurut Drs. Moh. Hatta, tujuan politik dan setrategi luar negeri Indonesia, antara lain sebagai berikut:
  •  Mempertahankan kemerdekaan bangsa dan menjaga keselamatan negara.
  •  Memperoleh barang-barang yang diperlukan dari luar negeri untuk memperbesar kemakmuran rakyat.
  •  Meningkatkan perdamaian internasional.
  • d. Meningkatkan persaudaraan dengan semua bangsa.

Tujuan politik luar negeri tidak terlepas dari hubungan luar negeri. Hubungan luar negeri merupakan hubungan antarbangsa, baik regional maupun internasional, melalui kerja sama bilateral ataupun multirateral yang ditujukan untuk kepentingan nasional.

Politik setrategi luar negeri Indonesia oleh pemerintah dirumuskan dalam kebijakan luar negeri yang diarahkan untuk mencapai kepentingan dan tujuan nasional. Kebijakan luar negeri oleh pemerintah dilaksanakan dengan kegiatan diplomasi yang dilaksakan oleh para diplomat. Dalam menjalankan tugasnya para diplomat dikoordinasikan oleh Departemen Luar Negeri yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri. Untuk inilah ditugaskan diplomat, dalam rangka menjembatani kepentingan nasional negaranya dengan dunia internasional.

Stratifikasi Politik Nasional

Stratifikasi politik (kebijakan) nasional dalam Negara Republik Indonesia adalah sebagai berikut :

A.Tingkat Penentu Kebijakan Puncak

Tingkat kebijakan puncak meliputi Kebijakan tertinggi yang menyeluruh secara nasional dan mencakup: penentuan Undang-undang Dasar, penggarisan masalah makro politik bangsa dan negara untuk merumuskan idaman nasional (national goals) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. kebijakan tingkat puncak ini dilakukan oleh MPR dengan hasil rumusan dalam GBHN dan ketapan MPR. Dalam hal dan keadaaan yang menyangkut kekuasaan kepala negara seperti tercantum pada pasal-pasal 10 s.d. 15 UUD 1945, tingkat penentuan kebijakan puncak ini juga menackup kewenangan presiden sebagai kepala negara.

B. Tingkat Kebijakan Umum

Tingkat kebijakan umum merupakan tingkat kebijakan di bawah tingkat kebijakan puncak, yang lingkupnya juga menyeluruh nasional. Hasil-hasilnya dapat berbentuk:

  1.  Undang-undang yang kekuasaan pembuatannya terletak di tangan presiden dengan persetujuan DPR (UUD 1945 pasal 5 ayat (1) ).
  2.  Peraturan pemerintah untuk mengatur pelaksanaan undang-undang yang wewenang penerbitannya berada di tangan presiden (UUD 1945 pasal 5 ayat (2) ).
  3.  Keputusan atau instruksi presiden, yang berisi kebijakan-kebijakan penyelenggaraan pemerintahan yang wewenang pengeluarannya berada di tangan presiden (UUD 1945 pasal 4 ayat (1) ).
  4.  Dalam keadaan tertentu dapat pula dikeluarkan Maklumat Presiden.

C.  Tingkat Penentuan Kebijakan Khusus

Kebijakan khusus merupakan penggarisan terhadap suatu bidang utama (major area) pemerintahan.

D. Tingkat Penentuan Kebijakan Teknis

Kebijakan teknis merupakan penggarisan dalam satu sektor dari bidang utama di atas dalam bentuk prosedur serta teknik untuk mengimplementasikan rencana, program, dan kegiatan.

 

SUMBER

http://galihsetyanta1711.wordpress.com/2013/05/12/politik-dan-strategi-nasional/

http://wiryawiguna.wordpress.com/2013/05/12/pengertian-politik-dan-strategi-nasional/

http://andri94yana.blogspot.com/2012/05/politik-dan-strategi-nasional.html

 

 

 

WAWASAN NASIONAL INDONESIA

Wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan bentuk geografinya berdasarkanPancasila dan UUD 1945. Dalam pelaksanannya, wawasan nusantara mengutamakan kesatuan wilayah dan menghargai kebhinekaan untuk mencapai tujuan nasional.

Latar Belakang Filosofis Wawasan Nusantara

1. Pemikiran Berdasarkan Falsafah Pncasila

Berdasarkan falsafah pancasila, manusia Indonesia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang mempunyai naluri, akhlak, daya piker, dan sadar akan keberadaannya yang serba  terhubung dengan sesamanya, lingkungannya, alam semesta, dan penciptanya. Kesadaran ini menumbuhkan cipta, karsa dan karya untuk mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidupnya dan generasi ke generasi.

2. Pemikiran Berdasarkan Aspek Kewiayahan Indonesia

Geografi adalah wilayah yang tersedia dan terbentuk secara alamiah oleh alam nyata. Kondisi obyektif geografis sebagai modal dalam pembentukan suatu Negara merupakan suatu ruang gerak hidup suatu bangsa yang didalamnya terdapat sumber kekayaan alamdan penduduk yang mempengaruhi pengambilan keputusan/kebijaksanaan politik Negara tersebut.

 

Implementasi

Kehidupan politik

  1. Pelaksanaan kehidupan politik yang diatur dalam undang-undang, seperti UU Partai Politik, UU Pemilihan Umum, dan UU Pemilihan Presiden. Pelaksanaan undang-undang tersebut harus sesuai hukum dan mementingkan persatuan bangsa.Contohnya seperti dalam pemilihan presiden, anggota DPR, dan kepala daerah harus menjalankan prinsip demokratis dan keadilan, sehingga tidak menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa.
  2. Pelaksanaan kehidupan bermasyarakat dan bernegara di Indonesia harus sesuai dengan hukum yang berlaku. Seluruh bangsa Indonesia harus mempunyai dasar hukumyang sama bagi setiap warga negara, tanpa pengecualian. Di Indonesia terdapat banyak produk hukum yang dapat diterbitkan oleh provinsi dan kabupaten dalam bentuk peraturan daerah (perda) yang tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku secara nasional.
  3. Mengembangkan sikap hak asasi manusia dan sikap pluralisme untuk mempersatukan berbagai suku, agama, dan bahasa yamg berbeda, sehingga menumbuhkan sikaptoleransi.
  4. Memperkuat komitmen politik terhadap partai politik dan lembaga pemerintahan untuk meningkatkan semangat kebangsaan, persatuan dan kesatuan.
  5. Meningkatkan peran Indonesia dalam kancah internasional dan memperkuat korps diplomatik sebagai upaya penjagaan wilayah Indonesia terutama pulau-pulau terluar dan pulau kosong.

 

Kehidupan ekonomi

  1. Wilayah nusantara mempunyai potensi ekonomi yang tinggi, seperti posisi khatulistiwa, wilayah laut yang luas, hutan tropis yang besar, hasil tambang dan minyak yang besar, serta memeliki penduduk dalam jumlah cukup besar. Oleh karena itu, implementasi dalam kehidupan ekonomi harus berorientasi pada sektor pemerintahan,pertanian, dan perindustrian.
  2. Pembangunan ekonomi harus memperhatikan keadilan dan keseimbangan antar daerah. Oleh sebab itu, dengan adanya otonomi daerah dapat menciptakan upaya dalamkeadilan ekonomi.
  3. Pembangunan ekonomi harus melibatkan partisipasi rakyat, seperti dengan memberikan fasilitas kredit mikro dalam pengembangan usaha kecil.

Kehidupan social

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kehidupan sosial, yaitu :

  1. Mengembangkan kehidupan bangsa yang serasi antara masyarakat yang berbeda, dari segi budaya, status sosial, maupun daerah. Contohnya dengan pemerataan pendidikan di semua daerah dan program wajib belajar harus diprioritaskan bagi daerah tertinggal.
  2. Pengembangan budaya Indonesia, untuk melestarikan kekayaan Indonesia, serta dapat dijadikan kegiatan pariwisata yang memberikan sumber pendapatan nasional maupun daerah. Contohnya dengan pelestarian budaya, pengembangan museum, dan cagar budaya.

Kehidupan pertahanan dan keamanan

Membagun TNI Profesional merupakan implementasi dalam kehidupan pertahanan keamanan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kehidupan pertahanan dan keamanan, yaitu :

  1. Kegiatan pembangunan pertahanan dan keamanan harus memberikan kesempatan kepada setiap warga negara untuk berperan aktif, karena kegiatan tersebut merupakan kewajiban setiap warga negara, seperti memelihara lingkungan tempat tinggal, meningkatkan kemampuan disiplin, melaporkan hal-hal yang mengganggu keamanan kepada aparat dan belajarkemiliteran.
  2. Membangun rasa persatuan, sehingga ancaman suatu daerah atau pulau juga menjadi ancaman bagi daerah lain. Rasa persatuan ini dapat diciptakan dengan membangun solidaritas dan hubungan erat antara warga negara yang berbeda daerah dengan kekuatan keamanan.
  3. Membangun TNI yang profesional serta menyediakan sarana dan prasarana yang memadai bagi kegiatan pengamanan wilayah Indonesia, terutama pulau dan wilayah terluar Indonesia.

SUMBER

http://id.wikipedia.org/wiki/Wawasan_Nusantara

http://farrasnia-wawasannasionalindonesia.blogspot.com/

DEMOKRASI DAN WARGA NEGARA YANG BAIK

KATA KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA Demokrasi adalah(bentuk atau sistem) pemerintahan yg seluruh rakyatnya turut serta memerintah dng perantaraan wakilnya; pemerintahan rakyat;  gagasan atau pandangan hidup yg mengutamakan persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan yg sama bagi semua warga negara;

Dari pada pusing mikirin itu

Mendingan bikin pantun

 

A. PANTUN DEMOKRASI

Jalan jalan ke kota gresik

Beli bandeng tanpa duri

Kalau ingin menjadi ingin memilih pemimpin  yang baik

Jangang golput di pilpres tahun ini

 

Pergi kerja pagi hari

Makan pake tahu gejrot

Kalau ingin meramaikan pesta demokrasi

Datanglah ke tps setempat

 

B. PANTUN WARGA NEGARA YANG BAIK

 

Berenang di laut nemu ikan kod atlantik

Enaknya dimakan pake ketupat

Kalau ingin menjadi warga Negara yang baik

Taati peraturan yang telah di buat

 

Malam malam beli the Tarik

Sambil ngerjain orang lain

Kalau ingin di bilang Warga Negara yang baik

Hargailah orang lain

 

 

PEMANFAATAN LINGKUNGAN DENGAN CARA MEMPERBAIKI SIRKULASI

Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanahairenergi suryamineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut.

Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Sedangkan komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikro-organisme (virus dan bakteri).

Lingkungan dengan pembangunan selalu kontradiktif atau saling berlwananan namun dalam proses berkehidupan pembangunan juga sangatlah penting untuk menunjang proses kehidupan. Maka dari itu dalam proses pembangunan pada zaman ini sudah mulai banyak melakukan gerakan green building. Dalam hal ini kita dapat ikut melakukan green building dengan sangat sederhana missal merapikan atau memperbaiki drainase, membuat sirkulasi udara dalam ruangan dengan baik. Missal: Penulis akan mencoba membuat perubahan pada rumah yang memiliki sirkulasi yang kurang baik.

RUMAH BAPAK SIGIT P.

Dengan profil sebagai berikut :

Nama :Sigit p.

Domisili : Depok

Pekerjaan : PNS

Pendidikan : S2

Nama : mulyasari

Domisili : Depok

Pekerjaan : ibu rumah tangga / wirausaha

Pendidikan : S1

Dengan denah sebagai berikut :

DENAH LANTAI 1

DENAH LANTAI 1

denah lantai 2

denah lantai 2

dengan memiliki tampak depan sebagai berikut :

PIC-00013

Dari denah diatas rumah tersebut memiliki beberapa permasalahan khususnya sirjulasi dalam ruang. dengan permasalahan seperti gambar di bawah ini.

denah lantai 1

denah lantai 1

  • Pada R.setrika –> terdapat jendela tapi tidak ada fungsinya dikarenakan tidak ada anygin yang masuk
  • Wc/ kamar mandi –> adanya 2 pintu didepanya sehingga terlihat berantakan dan kurang nyaman bagi tamu yang ingin ke toilet .
  • Kamar pembantu –> tidak adanya ventilasi sehingga pengap jika masuk kedalam
  • R. tamu –> adanya jendela untuk pencahayaan tapi tidak adanya bukaan sehingga jika ingin ada udara yang masuk pintu harus dibuka.
denah lantai 2

denah lantai 2

Kamar tidur 3 –> adanya jendela untuk ventilasi namun angin didapat dari pintu yang dibuka kurangnya cahaya yang masuk jika siang maka masih tetap menyalakan lampu.

SOLUSI

dari permasalahan yang telah dibuat penulis mencoba untuk merapikan atau memperbaiki sirkulasi yang ada diatas.

dengan hasil sebagai berikut :

DENAH LANTAI 1

DENAH LANTAI 1

DENAH LANTAI 2

DENAH LANTAI 2

MENGUBAH BEBERAPA RUANG, SERTA MENAMBAHKAN TAMAN, DAN UNTUK R TAMU DI KASIH DINDING ROOSTER

SILAKAN BANDINGKAN.

SEKIAN DAN TERIMA KASIH

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Lingkungan

 

 

 

 

BAHAN INTERIOR

 

BAHAN LANTAI

1

KERAMIK

ü  RELATIF MURAH,

ü  TIDAK MUDAH TERGORES,

ü  TIDAK MUDAH MENINGGALKAN BEKAS JIKA TERKENA KOTORAN

ü  MUDAH DIPOTONG

ü  MEMILIKI PILIHAN MOTIF

ü  TIDAK MEMERLUKAN PERAWATAN KHUSUS

ü  MEMILIKI BERMACAM MOTIF DAN WARNA

ü  JANGAN DIBERSIHKAN MENGGUNAKAN FIXOL, MARBEL RENEWAL KARENA DAPAT MENYEBABKAN TIMBUL BERLUBANG PADA KERAMIK

ü  UNTUK UKURAN DIATAS 60 X 60 BISA MELENTING KARENA KETEBALAN TIDAK MENDUKUNG

2

GRANIT

ü  UKURAN BISA MENCAPI 100 X 100 CM

ü  TIDAK MUDAH MELENTING

ü  SAMBUNGAN NAT TIDAK TERLALU MELEBAR SEHINGGA TERLIHAT MENYATU

 

ü  APABILA KUALITAS GRANITNYA KURANG BAGUS MAKA KOTORAN SULIT DIBERSIHKAN

ü  MEMERLUKAN PERAWATAN EKSTRA KARENA MUDAH KUSM

ü  MEMERLUKAN PISAU KHUSUS UNTUK MEMOTONGNYA

ü  HARGA MAHAL

ü  WARNA TIDAK BISA SAMA

3

MARMER

BATUAN HASIL DARI PROSES METAMORFOSA ATAU MALIHAN DARI BATU GAMBING RANG TERBENTUK DALAM WAKTU RATUSAN TAHUN

ü  UKURAN TIDAK TERBATAS

ü  TIDAK GAMPANG MELENTING

ü  SAMBUNGAN NAT KECIL SEHINGGA TERLIHAT LEBIH MENYATU

ü  DENGAN UKURAN YANG LEBIH BESAR, RUANGAN AKAN TERLIHAT LEBIH JELAS

ü  HARGA MAHAL

ü  MARMER SULIT DIBERSIHKAN

ü  MEMERLUKAN PERAWATAN EKSTRA

ü  MEMERLUKAN PISAU KHUSU UNTUK MEMOTONGNYA

ü  WARNA TERGANTUNG PADA ALAM

4

PRQUETTE (PARKET)

MENYUSUN PORONGAN KAYU UNTUK DIJADIKAN BAHAN PENUTUP LANTAI

ü  LEBIH LUNAK SEHINGGA AMAN UNTUK BALITA

ü  LEBIH BERSIH KOTORAN TIDAK DAPAT MELEKAT

ü  TIDAK MENYERAP DINGIN

ü  TIDAK DAPAT PECAH

ü  TIDAK DAPAT BERNODA

ü  KEDAP SUARA

ü  TIDAK TAHAN TERHADAP AIR

ü  DAYA SERAP TINGGI

5

PAVING BLOCK

SEGMEN KECIL KECIL YANG TERBUAT DARI BETON DENGAN BENTUK SEGI EMPAT

ü  PELAKSANAANYA MUDAH DAN MEMERLUKAN ALAT BERAT

ü  DAPAT DIPRODUKSI MASAL

ü  PEMELIHARAANNYA MUDAH

ü  DAPAT DIPASANG KEMBALI SETELANG DIBONGKAR

ü  TAHAN TERHADAP BEBAN

ü  TAHAN TERHADAP TUMPAHAN BAHAN PELUMAS DAN PEMANASAN OLEH MESIN KENDARAAN

ü  MUDAH BERGELOMBANG BILA PONDASI TIDAK KUAT

ü  KURANG NYAMAN UNTUK KENDARAAN DENGAN KECEPAYAN TINGGI

6

KACA

ü  AMAN PECAHAN KACA TIDAK MELUKAI MANUSIA

ü  SEBAGAI PENGURANG SUARA

ü  SEBAGAI KONTROL PANAS DAN SILAU MATAHARI

ü  MAMPU MEMBERIKAN SIFAT RINGAN PADA BANGUNAN

ü  KONTRUKSI TAMPAK MERAGUKAN

ü  PRIVASI TERGANGGU

ü  MEMBERIAKN EFEK TAKUT PADA SAAT MELALUINYA

ü  MEMBERIKAN RASA TIDAK NYAMAN

7

PAPAN GYPSUM

ü  BILA ADA YANG RUSAK TIDAK PERLU GANTI SELEMBARAN TAPI CUKUP PADA BAGIAN YANG RUSAK

ü  PERWATAN DAN PERBAIKAN LEBIH MUDAH

ü  TAHAN API

ü  MEMILIKI BERAT YANG LEBIH RINGAN

ü  HARGA MAHAL

ü  MEMERLUKAN CARA PEMASANGAN YANG TELITI

ü  TIDAK DAPAT MENAHAN BEBAN TERLALU BESAR TANPA DI BERI FINISHING

 

BAHAN DINDING

1

BATU BATA

ü  kedap air, sehingga jarang terjadi rembesan pada tembok akibat air hujan

ü  jarang terjadi keretakan pada tembok

ü  kuat dan tahan lama

ü  warna unik

ü  penolak panas yang baik

ü  waktu pemasangan lebih lama dibanding dinding lainnya

ü  biaya lebih tinggi

2

BATAKO

ü  pemasangannya lebih cepat

ü  harga relatif murah

ü  irit perekat

 

ü  rapuh dan mudah retak

ü  menyerap air sehingga dapat menyebabkan tembok lembab

ü  dinding mudah pecah

ü  menggunakan kolom praktis relatif lebih banyak

ü  harga mahal

ü  mudah dilubangi.

3

BATA RINGAN

ü  lebih ringan daripada bata

ü  pengangkutan lebih mudah

ü  daya kuat tekan yang tinggi

ü  pelaksanaannya lebih cepat

ü  tidak diperlukan plesteran yang tebal

ü  kedap suara

ü  kedap air

ü  mempunyai ketahanan yang baik terhadap genpa

ü  perekat khusus

ü  harga relative mahal

ü  agak susah medapatkannya

ü  memerlukan waktu lama untuk kering jika terkena air

ü  bias sisa banyak untuk ukuran tanggung

4

PAPAN GRC

ü  pemasangan lebih cepat

ü  tahan air

ü  tahan api

ü  tahan jamur & rayap

ü  kedap suara

ü  cpermukaan rata tanpa harus diplamir

ü  kurang kokoh

ü  mudah rusak bila terkena benturan

ü  tidak dapat menyerap gelombang bunyi

5

KACA

ü  nilai estetis

ü  cahaya luar banyak yang masuk

ü  meniadakan batas ruang

ü  harga mahal

ü  menimbulkan rasa takut rawan pecah

6

BATA KAPUR

ü  Harga dinding batu kapur sangat murah

ü  waktu pemasangan cepat dan memerlukan sedikit adukan semen-pasir

ü  bila sudah diplester dinding ini tidak terlihat dari tanah atau kapur

ü  Dinding ini memerlukan kolom praktis setiap 2.5 m

7

HEBEL

ü  kedap air sehingga sangat kecil kemungkinan terjadinya rembesan air

ü   ringan dan tahan api

ü  pemasangan lebih cepat

ü    pemotongan lebih mudah hanya dengan menggunakan gergaji

ü  harga relatif lebih mahal

ü  tidak semua tukang pernah memasang bata jenis ini

ü  hanya toko material besar yang menjual bata jenis ini

BAHAN PLAFOND

1

GYPSUM

ü  mudah diperbaiki

ü  memiliki banyak variasi

ü  tidak tahan air

 

2

TRIPLEK

ü  harga tidak begitu mahal

 

ü  rapuh dan tidak awet

ü  bila terkena air menimbulkan noda

3

KAYU

ü  awet

ü  tahan lama

ü  memiliki nilai estetis

 

ü  harga lebih mahal dibandingkan dengan gypsum atau multuplek

4

BAMBU DAN ROTAN

ü  memiliki kesan alami ü  pemasangan butuh waktu  yang lama

ü  rumit

ü  mudah dimakan rayap

ü  mudah berjamur

5

KACA

ü  cahaya matahari dapat langsung masuk

 

ü  harga mahal

6

MULTIPLEK

ü  Harga murah dibandingkan gypsum

ü  Lebih kuat diinjak

ü  Tahan terhadap air

ü  Finishing yang beragam dapat di cat, kain , wallpaper

ü  Jika rangka terlalu jauh plafond dapat melendut

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

http://www.slideshare.net/vini93/bahan-dinding-materi-bahan-bangunan

http://birobangunan.blogspot.com/2013/05/macam-macam-bahan-dinding.html

http://www.slideshare.net/vini93/bahan-lantai-materi-bahan-bangunan

http://membangun-rumah8870.blogspot.com/2012/11/macam-macam-material-plafon.html