KEBUDAYAAN

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.

pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau pendapat yang ada dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat dalam berbagai bentuk.

Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

1. Pengertian  kebudayaan barat

Kebudayaan Barat tak bisa langsung diartikan  kebudayaan yang datang dari barat. Kebudayaan barat yang di tulis sebagai western culture. Western culture diakui oleh negara belahan dunia manapun sebagai kultur yang berada di Eropa barat bukan Amerika, bukan Australia, dan bukan Negara Eropa Timur atau Selatan. Namun seiring perkembangan, terjadilah pembatas yang membatasi budaya barat dan timur. Mungkin karena perbedaan ras, Agama, persamaan kebudayaan di beberapa belahan negara, sehingga muncul istilah tersebut. Jadi, jika kita langsung melogika. Budaya barat bukanlah sebuah istilah sebuah arah mata angin yaitu budaya pada bagian barat kita  melainkan sebuah istilah yang berawal dari kawasan eropa barat.
Konsep budaya Barat umumnya terkait dengan definisi klasik dari Dunia Barat. Dalam definisi ini, kebudayaan Barat adalah himpunan sastra, sains, politik, serta prinsip-prinsip artistik dan filosofi yang membedakannya dari peradaban lain. Sebagian besar rangkaian tradisi dan pengetahuan tersebut umumnya telah dikumpulkan dalam kanon Barat.[1] Istilah ini juga telah dihubungkan dengan negara-negara yang sejarahnya amat dipengaruhi oleh imigrasi atau kolonisasi orang-orang Eropa, misalnya seperti negara-negara di benua Amerika dan Australasia, dan tidak terbatas hanya oleh imigran dari Eropa Barat. Eropa Tengah juga dianggap sebagai penyumbang unsur-unsur asli dari kebudayaan Barat.
Kebudayaan barat adalah kebudayaan yang cara pembinaan kesadarannya dengan cara mamahami ilmu pengetahuan dan filsafat.
2. Cara budaya barat masuk ke dalam suatu daerah melalui :
·         Kurangnya kesadaran masyarakat
Kesadaran masyarakat untuk menjaga budaya lokal sekarang ini masih terbilang minim. Masyarakat lebih memilih budaya asing yang lebih praktis dan sesuai dengan perkembangan zaman. Hal ini bukan berarti budaya lokal tidak sesuai dengan perkembangan zaman, tetapi banyak budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Budaya lokal juga dapat di sesuaikan dengan perkembangan zaman, asalkan masih tidak meningalkan cirri khas dari budaya tersebut.
  • Minimnya komunikasi budaya
Kemampuan untuk berkomunikasi sangat penting agar tidak terjadi salah pahaman tentang budaya yang dianut. Minimnya komunikasi budaya ini sering menimbulkan perselisihan antarsuku yang akan berdampak turunnya ketahanan budaya bangsa.
  • Kurangnya pembelajaran budaya
Pembelajaran tentang budaya, harus ditanamkan sejak dini. Namun sekarang ini banyak yang sudah tidak menganggap penting mempelajari budaya lokal. Padahal melalui pembelajaran budaya, kita dapat mengetahui pentingnya budaya lokal dalam membangun budaya bangsa serta bagaiman cara mengadaptasi budaya lokal di tengan perkembangan zaman
·         Akibat daerah jajahan
·         Dibawa oleh kaum pendatang
·         Akibat kemajuan teknologi dan komunikasi
·         Kunjungan ke luar negeri
·         Pengaruh media cetak

3.Perbedaan antara kebudayaan lokal dan kebudayaan  barat

            Kebudayaan timur memiliki perbedaan besar dengan kebudayaan barat. Banyak budaya-budaya barat yang sebenarnya tidak dapat diterima oleh budaya timur, namun kenyataannya banyak orang timur yang mulai terpengaruh oleh budaya barat. Padahal budaya timur jauh berbeda dengan budaya barat. Dari sekilas yang kita tahu ini diantaranya inilah perbedaannya:
·         Dari segi pengetahuan
Budaya Barat menekankan analisis pengetahuan yang kritis dengan mencari unsur sebab akibat dan membangun argumentasi-argumentasi. Hal ini dikarenakan kodrat manusia diletakkan pada akal budinya. Unsur rasionalitas amat ditekankan seperti terlihat pada konsep anima rationale (makhluk berakal budi) dari Aristoteles atau motto cogito ergo sung (aku berpikir, maka aku ada) dari Descartes. Puncak rasionalitas dalam sejarah filsafat Barat terletak pada Hegel dengan filsafatnya yang mengatakan bahwa yang nyata adalah rasional dan yang rasional adalah nyata.
Sedangkan  budaya Timur menekankan pada pengetahuan intuitif yang menyeluruh dan melibatkan unsur-unsur emosi. Yang nyata tidak selalu bisa dijelaskan secara rasional. Ada hal-hal yang tidak dapat dijelaskan akal seperti misteri dan irasionalitas. Kepribadian manusia tidak terletak pada inteleknya, melainkan pada hatinya. Orang tidak menggantungkan diri pada kata, karena tahu betapa terbatasnya kata-kata untuk mengungkapkan sesuatu. Dengan demikian, hidup dapat dihayati secara lebih utuh.
Di dalam budaya Timur ide-ide abstrak tidak sepenting ide-ide konkret, karena tujuan utama belajar bukan mengisi otak dengan pengetahuan tapi menjadi bijaksana. Oleh karena itu, orang Timur tidak tertarik pada pengetahuan intelektual, karena dipercaya bahwa itu tidak mampu membuat hidup seseorang menjadi lebih baik. Di Timur pengetahuan-pengetahuan spesialis tidak berkembang melainkan pengetahuan mengenai bagaimana menjadi manusia, hikmat hidup dan keterlibatan dengan persoalan-persoalan hidup manusia secara konkret. Seorang misionaris Metodis yang terkenal E. Stanley Jones pernah berkata mengenai perbedaan Timur dan Barat. Di Timur orang bertanya-tanya Tuhan mana yang harus dipercaya, namun di Barat orang bertanya-tanya mengapa harus ada Tuhan. Menurut orang Barat agama harus sistematis rasional, sedangkan di  Timur orang beragama untuk menghayati hubungannya dengan Tuhan.
·         Dari segi sikap terhadap alam
Budaya Timur lebih mendorong orang untuk menghayati diri sebagai bagian dari alam dalam kesatuannya dengan alam, sedangkan budaya Barat menghadapi alam sebagai objek yang bisa dikuasai dan dimanfaatkan.
Orang Timur lebih pendiam dan kontemplatif, sedangkan orang Barat aktif dan eksploratif. Orang Timur lebih mencari kekayaan hidup daripada kekayaan materi. Sedangkan di Barat manusia harus menentukan nasibnya sendiri dan percaya pada kemampuannya sendiri dalam memerangi penderitaan, penyakit dan kebodohan. sedangkan di Timur manusia lebih menerima hidup apa adanya dan pasrah.
·         Dari segi Individu
Budaya Barat terbiasa dengan hak-hak individu. Dan cenderung tidak memperdulikan orang lain dan penuh kebebasan. Sedangkan pada Budaya  Timur martabat manusia juga diakui, namun ikatan hubungan dengan orang lain dan kelompok lebih ditekankan. Di Barat orang tidak perduli dengan urusan orang lain, selama orang tersebut  tidak mencampuri kehidupannya. Pada budaya timur terbiasa dengan ikut campurnya keluarga dalam sebuah pernikahan. Menurut orang timur pernikahan tanpa restu orang tua merupakan pernikahan terlarang atau akan berakibat buruk. Selain itu, orang tidak dapat dengan bebas mengungkapkan isi hatinya, karena banyak pembatasan kultural. Kreativitas belum tentu dihargai, terutama kalau itu lain dari yang biasanya. Maka orang Timur lebih mudah malu, pendiam, tidak mau menonjolkan diri dan pasrah. Dapat dikatakan kegotongroyongan dalam lingkungan sosial yang karib membedakan sekali budaya Timur dari budaya Barat. Dalam dunia Barat tidak ada lingkungan karib. Manusia sejati adalah manusia yang bisa mencapai sesuatu bersandarkan kemampuannya sendiri. Dalam budaya Timur orang hidup dalam lingkaran karib, sehingga ia lebih tergantung pada “apa kata orang’ dalam komunitas. 
4. Hubungan antara kebudayaan lokal dan kebudayaan  barat
Bila dihubungkan antara budaya timur dan barat maka kedua budaya ini akan saling berkaitan. Datangnya budaya barat ke dalam lingkungan budaya timur menghasilkan banyak perubahan,baik perubahan yang dapat diterima maupun yang tidak dapat diterima atau tidak sesuai dengan budaya timur. Kecanggihan teknologi di Negara timur jelas di pengaruhi oleh Negara barat yang terlebih dahulu menciptakan banyak teknologi-teknologi baru. Hal itu tentu dapat diterima dengan baik oleh bangsa timur, karena kecanggihan teknologi merupakan salah satu hal penting dalam kemajuan kehidupan. Namun adanya kecanggihan terknologi juga mendatangkan hal-hal negative bagi bangsa timur. Seperti lunturnya budaya-budaya timur yang cenderung membawa kedalam kebaikan. Semua itu diakibatkan canggihnya teknologi yang akhirnya membawa masyarakat terpengaruh oleh budaya barat.
Budaya barat begitu mudah masuk kedalam bangsa timur dan melunturkan budaya timur yang telah ada. Seperti contoh cara berpakaian, sopan santun para anak muda yang mulai tidak sesuai dengan norma-norma bangsa timur. selanjutnya berdampak kuat dalam menumbuhkan carapandang dan gayahidup barn yang cendenung dmtemukan dan ditiru sebagai model. Perubahan gaya hidup biasanya juga disertai dengan perubahan orientasi pada nilai-nilai budaya, dan bersama itu juga perubahan pada norma-norma perilaku.
Maka dapat digambarkan bahwa salah satu konsekuensi dan terjadinya pertemuan antar-budaya ialah kemungkinan tenjadinya perubahan orientasi pada nilai-nilai yang selanjutnya berpengaruh pada terjadinya perubahan norma-norma peradaban sebagai tolak ukur  perilaku warga masyarakat sebagai satuan budaya. Perubahan orientasi nilai yang berlanjut dengan perubahan norma perilaku itu bisa menjelma dalam wujud pergeseran (shift,), persengketaan (conflict), atau perbenturan (clash). Perubahan dalam wujud yang pertama biasanya tenjadi karena relatif mudahnya adaptasi atau asimilasi antara nilai dan norma lama dengan yang baru dikenal, yang kedua merupakan wujud yang paling sering menggejala dan biasanya memerlukan masa peralihan sebelum dihadapi dengan sikap positif(acceptance) atau negatif (rejection). ada sebagian warga masyarakat yang menerima perubahan yang terjadi pada onientasi nilai dan norma perilaku, tapi ada pula sebagian lainnya yang menolaknya. Lain halnya dengan penubahan yang berwujud perbenturan.  Dalam hal ini mudah timbul berbagai derajat sikap penentangan (rejection).

sumber:

http://taniosutrisno.wordpress.com/2012/10/15/kebudayaan-dan-peradaban-ilmu-budaya-dasar/

http://serewax.blogspot.com/2012/06/v-behaviorurldefaultvmlo.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s